Tag

, , , , , , ,

Atasi Permasalahan Hidup Anda Dengan Berzakat

Oleh Noor Aflah

Dari sudut pandang arti bahasa, zakat memiliki arti yang sangat banyak. Zakat bisa bermakna bersih. Zakat juga memiliki arti suci. Ada juga zakat mengandung pengertian barakah (tambah kebaikan) dan penuh keberkahan. Zakat bisa diartikan berkembang atau bertambah. Ada juga yang mengartikannya beres.

Zakat itu paling tidak punya empat dampak dalam kehidupan. Pertama, attuhru, menyucikan. Artinya, zakat dapat menyucikan harta dan membersihkan jiwa dan menyucikan kehidupan. Kedua, albrakatu, memberikan keberkahan. Apa makna barakah? Barakah dari sudut pandang makna kontekstual adalah jika seseorang menjalani kehidupan ia mampu mengatasi setiap masalah yang dihadapi. Bukan orang yang lari dari masalah. Barakah itu bermakna masalah apapun yang dihadapi dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Sebab yang namanya hidup, pasti semua orang punya masalah.

Zakat itu sesungguhnya akan mengatasi persoalan kehidupan, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama. Kalau sebuah perusahaan berzakat misalnya, atau sebuah karyawan perusahaan berzakat misalnya maka perusahaan itu mampu mengatasi masalah yang dihadapinya. Kalau satu keluarga suka berzakat maka keluarga tersebut mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Kalau masyarakat banyak yang berzakat maka bangsa ini mampu mengatasi masalah yang dihadapi. Itulah yang dinamakan barakah. Barakah itu bukan berarti kehidupan ini tidak punya masalah, namun ia tetap dapat dinamis dan produktif meskipun sedang dalam menghadapi masalah.

Ketiga, annumuw, berkembang. Zakat itu akan dapat menambah jumlah harta yang kita miliki. Orang yang suka berzakat tidak akan kehabisan harta. Perusahaan yang suka berzakat tidak akan pailit, kalau pun rugi tapi tidak sampai pailit dan tetap mampu menghadapi masalah.

Keempat, al-islah, artinya beres. Orang yang suka berzakat maka akan beres akhlaqnya. Keluarga yang suka berzakat maka keluarga itu akan beres akhlaqnya. Karyawan yang suka berzakat maka akan beres akhlaqnya.

Inilah yang perlu disampaikan kepada masyarakat, terutama bagi lembaga zakat dan amil yang ada di dalamnya. Jadi zakat itu tidak berarti annaqshun atau berkurang. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, dengan zakat justru harta seseorang akan bertambah dan terus bertambah. Zakat itu sama seperti investasi. Kalaupun dalam akuntansi zakat sebagai pengeluaran tapi sebenarnya itu merupakan sebuah investasi baik secara duniawi maupun ukhrowi. Ruh zakat yang seperti ini harus disosialisasikan kepada diri kita maupun kepada masyakat.

Karena itu istilah zakat dalam Alquran itu ada beberapa. Pertama, zakat dengan istilah zakat. Kedua, zakat disebut dengan istilah shadaqah. Jadi setiap zakat itu shadaqah tapi tidak setiap shadaqah itu zakat. Kenapa zakat dikatakan shadaqah karena shadaqah berasal dari kata shadaqa yang artinya benar. Orang yang suka shadaqah adalah orang yang benar. Benar segala-galanya, benar hatinya, benar perkataannya, benar pikirannya. Karena itu zakat identik dengan kebenaran. Shadaqah itu merupakan pembuktian. Pembuktian dari kebenaran. Makanya dalam Alquran disebutkan indikator keimanan seseorang di antaranya adalah dengan menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat.

Kalau orang bertaubah mengucapkan dua kalimat syahadat, yang kedua shalat yang ketiga zakat, maka dia itu saudara kamu, sebagaimana disebutkan dalam Alquran, Surat Albaqarah ; 11. Itulah indikator keimanan seseorang yang sangat esensial. Indikator yang sangat penting bagi sebuah keimanan. Kalau seseorang mengaku beriman tapi tidak pernah shalat, tidak pernah berzakat tidak pernah infak dengan alasan tidak punya terus, itu sebenarnya dia tidak beriman. Karena di dalam Islam setiap orang diberikan peluang untuk berzakat/bersedekah. Karena zakat menjadi indikator penting. Bahkan di dalam Alquran dijelaskan bahwa orang yang musyrik itu salah satunya adalah tidak berzakat. “Celakalah orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang tidak pernah mengeluarkan zakat”. Keengganan orang musyrik mengeluarkan zakat, karena ia menjadikan materi sebagai Tuhannya. Olah karena itu agar kita terhindar dari sifat-sifat orang musyrik, kita harus mengeluarkan zakat. Sebab zakat adalah salah satu indikator penting orang-orang yang beriman. Wallahu a’lam.

Iklan