Tag

, , , , , , , , , , , ,

Untuk Sebuah Pilihan

Kata orang hidup adalah pilihan. Mau pilih jadi orang jahat atau orang baik, mau pilih jadi orang malas atau orang rajin, mau pilih jadi orang beruntung atau orang rugi, dan banyak pilihan-pilihan lainnya, semua terserah yang bersangkutan. Sangat terbuka untuk ditentukan. Bisa sekarang pilihan itu dijatuhkan atau menunggu hari-hari kemudian. Itu hanya soal waktu dan kesiapan. Jika seseorang ingin segera menikmati hasil dari sebuah perjuangan maka lakukan perang dari sekarang. Misalnya perang melawan kemalasan dengan rajin dan tekun bekerja dan berusaha maka hasilnya akan dapat segera dirasakan. Bisa berupa sukses dalam mengelola sebuah usaha, melejit dalam meniti karir, cepat menyelesaikan masa studi, lancar dalam menggapai cita-cita dan harapan, dan sebagainya, yang semua itu diawali sebuah pilihan.

Hampir setiap orang pernah dihadapkan dua pilihan. Keduanya sama-sama memiliki resiko dan konsekwensi yang berlawanan. Jika salah satu dipilih maka bisa jadi pilihan itu belum tentu memberikan keuntungan, tapi jika pilihan tersebut ditinggalkan maka akan tertimpa kerugian besar-besaran. Ibarat sebuah istilah ‘Bagai Makan Buah Simalakama’, jika dimakan bapak akan meninggal, jika ditinggal maka ibu yang akan meninggal. Sementara tak akan mungkin jika kedua pilihan itu dipilih secara bersamaan. Seperti halnya tidak mungkin seseorang secara bersamaan akan berjalan menuju ke arah berlawanan. Menuju ke utara dan selatan secara bersamaan. Itu tidak mungkin. Maka mau tidak mau, suka tidak suka, pilihan harus dijatuhkan.

Di sinilah pertimbangan yang matang dari akal pikiran akan semakin dapat memberikan petunjuk penerang jalan. Dengan tanpa mengesampingkan kalkulasi matematis, perhitungan cermat, prediksi jitu, analisis akurat maka akan semakin memperkuat pilihan. Dan semua itu kita sendiri yang akan menanggung semua beban. Oleh karena itu tidak boleh gegabah dalam menentukan pilihan. Orang lain yang memberi masukan hanyalah pertimbangan tambahan. Bisa jadi baik bagi dirinya dalam menentukan pilihan, tapi bisa jadi dapat memperkeruh keadaan. Maka dari itu ikutilah kata hatimu yang paling dalam. Sebagaimana kata-kata hikmah yang patut kita jadikan teladan, “Istafti Qalbaka”, mintalah pentujuk dari hatimu. Karena petunjuk hati lebih jernih dibandingkan kalkulasi pikiran. Dikuatkan lagi dengan tuntunan hadits, ‘Tinggalkan yang Kamu Ragu dan Beralihlah yang Tidak Meragukanmu’

Di sini agama juga memberikan anjuran dan tuntunan. Bagi seseorang yang sedang dihadapkan dengan beberapa pilihan dalam hidupnya maka mintalah petunjuk kepada Allah Pemilik Alam, agar dituntun menuju jalan pilihan yang terbaik menurut Allah dan bagi kehidupan dirinya ke  depan. Diperintahkanlah untuk shalat istikharah agar tidak ragu lagi dengan pilihan.

Adalah manusiawi jika seseorang ketika mengambil keputusan masih ada rasa ragu dan bimbang. Belum bisa haqqul yakin, 1000 persen memilih satu pilihan dan sama sekali tutup mata dengan pilihan lainnya. Sehingga mereka dengan lapang dada menerima dan menjalaninya tanpa beban. Apalagi jika pilihan itu jelas-jelas secara hitungan materi sangat merugikan, tentu sungguh sangat berat jika ditinggalkan. Namun bisa jadi pertimbangan materi tidaklah segalanya, karena bagi sebagian orang, pertimbangan non materi justru lebih berharga dibandingkan materi. Karena ada juga orang yang memilih pilihan yang secara hitungan materi ia rugi namun secara non materi ia tidak merugi bahkan beruntung. Dan akhirnya keuntungan non materi itulah yang kemudian menjadi pertimbangan utamanya.

Karir dan pekerjaan yang dirintis puluhan tahun dengan pendapatan yang sudah lumayan besar, bisa dikalahkan dengan pertimbangan karena faktor keluarga. Apalah artinya gaji besar dan karir cemerlang kalau pada akhirnya keluarga dinomorsekiankan. Bahkan ada yang berpendapat, seseorang akan sulit menggapai suatu keberhasilan jika dirinya jauh dari kehidupan keluarga. Apalagi jika ada faktor-faktor lain yang menjadikan tidak nyaman dalam berkarir dan di lingkungan pekerjaan, maka pilihan untuk memprioritaskan keluarga harus dimonorsatukan. It’s my choice, back to family and hometown.

Iklan