Tag

, , , , , , , , ,

Mengelola Ide dan Gagasan

Dulu, ketika saya masih bergelut di dunia jurnalistik, yang namanya menulis itu bagaikan makan. Ia menjadi sebuah kebutuhan. Jika dalam sehari tidak menulis, pikiran terasa lapar. Kalau sudah menulis, pikiran terasa kenyang, puas, terasa plong tidak ada yang mengganjal di kepala.

Banyak cara dan siasat agar tidak kehabisan ide untuk sebuah tulisan. Rajin membaca, banyak berdiskusi, banyak mendengar adalah beberapa siasat untuk memperkaya ide sebuah tulisan. Kalau banyak menonton seperti menonton televisi, menurut saya tidak banyak membantu untuk mendapatkan ide. Karena visualisasi obyek yang ditangkap mata sangat mudah untuk lupa. Belum lagi ketika menonton televisi memaksa kita mematung di depan televisi. Makanya saya sendiri sering menjadikan televisi sebagaimana fungsi radio. Tidak saya tonton tapi saya dengarkan suaranya sehingga masih bisa berjalan ke sana ke mari.

Tidak selamanya sebuah ide itu didapatkan dari keadaan formal, seperti dengan diskusi atau saat membaca buku. Terkadang sebuah ide didapatkan disaat-saat rileks, di waktu-waktu senggang, di perjalanan atau di tempat manapun. Sebagian orang ada yang bisa mendapatkan inspirasi, ide, gagasan ketika ia berada di kamar mandi ketika –maaf– sedang  di toilet untuk buang hajat. Maka tak salah jika ada orang yang senang jika berlama-lama di kamar mandi. Teman saya malah menjadikan sebuah kebiasaan setiap kali ke kamar mandi untuk buang hajat selalu membawa buku untuk dibaca. Ada juga saking kecanduan dengan suasana di atas toilet, karena merasa mudah mendapatkan ide dari situ, maka ia sangaja menaruh toilet di ruang tertentu dan men-setting ruangan seperti kamar mandi. Padahal ruang ini bukan kamar mandi. Hanya ia ingin agar dapat menghadirkan suasana toilet di luar kamar mandi karena bisa mendatangkan ide. Seperti yang dilakukan Dik Doank. Jika teman-teman pernah menonton liputan suasana rumah Dik Doank pasti tahu suasana itu.  

Terkadang ide dan gagasan itu muncul secara tiba-tiba. Bagaimana cara mengelola sebuah ide atau gagasan yang muncul tiba-tiba itu? Setelah mendapatkan sebuah ide atau gagasan segeralah dikelola dengan baik agar tidak lepas. Salah satunya adalah dengan cepat-cepat diikat dalam catatan kecil. Ambil kertas dan pulpen, lalu tuliskan. Sebab ketika dapat ide tidak langsung diikat dengan catatan maka akan mudah hilang ditelan waktu. Banyaknya tugas dan tanggungjawab serta banyaknya kesibukan yang kita miliki akan menggilas ide sehingga mudah lupa. Maka dari itu di setiap kesempatan, tak peduli di jalan, di rumah, hingga di kamar mandi sekalipun, ketika saya mendapatkan ide untuk sebuah topik tulisan, terutama untuk topik majalah yang akan saya bahas edisi berikutnya maka langsung saya catat. Jika kondisinya tidak memungkinkan untuk dicatat karena tidak pegang pensil dan kertas maka ide itu saya ingat kuat-kuat agar jangan sampai lepas. Dan ketika sudah ada kesempatan untuk menuliskannya, lalu saya tuliskan di kertas. Kalau dapat ide pas di jalan raya dan saya yakin sedia kertas dan pulpen di dalam tas, maka saya rela berhenti sebentar untuk mencatatkan ide itu. Karena khawatir lepas sehingga ide tersebut menjadi hilang.

Untuk zaman sekarang sarana menuangkan ide dan gagasan sudah banyak fasilitasnya dan lebih praktis. Bagi teman-teman yang maniak gadget yang di dalamnya ada media sosial atau notepad ide dan gagasan yang tiba-tiba muncul itu bisa langsung dituliskan di gadget. Tak peduli di kamar mandi, di jalan, di manapun akan lebih mudah dan praktis. Banyak pula penulis yang kemudian dapat memetik manfaat (baca : dapat duit) dari piranti ini. Dengan memanfaatkan media sosial (twitter, FB) yang ada di gadget mereka dapat keuntungan material darinya. Cericit (tweet) cerdas nan inspiratif dikumpulkan menjadi buku lalu dijual. Bagaimana dengan Anda?

(tulisan ini dibuat dalam rangka kangen menulis di blog. niatnya isi tulisannya bukan tentang ini, tapi e..ternyata ‘nyasar’ ke tema ini..hehe)

Iklan