Tag

, , , , , , , , ,

Zaman ‘Kolo Semono’

Setiap orang punya kenangan masa lalu. Ada yang indah, ada yang sedih dan ada pula yang gembira. Ketika kita mengingat masa lalu yang indah, misalnya dengan membuka foto-foto kenangan dengan orang-orang baik yang pernah kita kenal pada waktu itu, maka memori kita langsung terbang melintasi sekat batas menuju waktu puluhan atau belasan tahun yang lalu. Rasa senang dan gembira menghinggapi ruang dan waktu yang kembali singgah di masa kini. Seakan peristiwa yang telah berlalu itu kembali datang ke hadapan kita. Orang-orang baik serasa hadir menyuntikkan semangat di ruang-ruang sempit kita saat ini. Oh, betapa memori itu begitu penting untuk sesekali memberi penyegaran terhadap jiwa ini.

Inilah yang saya alami beberapa waktu lalu. Ketika saya menata kembali buku-buku, makalah dan membuka album foto zaman masih sekolah tingkat aliyah, ada sebuah foto yang membuat saya terkaget-kaget. Tidak menyangka ternyata foto itu masih ada dan terlihat jelas, walau sedikit pudar warnanya. Dengan posisi jongkok bergaya miring sambil menebar pesona senyum yang merekah, orang yang ada dalam foto itu betul-betul membawa kenangan jauh ketika saya masih berseragam putih abu-abu. Foto yang umurnya sudah 18 tahun lebih itu memberi kenangan tersendiri dalam hidupku.

Seakan sebuah pertanda, orang yang ada dalam foto itu, beberapa pekan kemudian, kirim sms kepada saya, entah darimana dia dapatkan nomor saya, saya tidak tahu. Karena sudah lebih dari 10 tahun tak pernah komunikasi dengannya. Terakhir ketemu, saat saya akad nikah dia datang bersama keluarganya. Tiba-tiba ada sms dari dia. Isi sms yang bernada teka-teki itu awalnya nyaris tak dapat aku kenali. Karena dia tidak menyebutkan langsung namanya. Hanya menyapa dengan menyebut panggilan ‘unik’ yang waktu itu khusus berlaku di ‘lingkungan terbatas’. Baru ketika kiriman sms yang kedua saya terima saat itu juga saya langsung dapat menebak siapa dirinya yang sesungguhnya. Oh..ternyata kamu to..

Tak pernah aku sangka hubungan batin yang pernah terikat dengan tali ukhuwah insaniyah itu tak mudah dipisahkan dengan ruang dan waktu. Meskipun sudah 10 tahun tak bertemu dan tak pernah berkomunikasi namun karena ukhuwah insaniyah yang pernah terjalin kuat, sekalipun ratusan kilo meter jaraknya, ternyata ketika tiba saatnya untuk menyambung tali ukhuwah itu dengan berbagai pertanda, tiba-tiba dapat kembali terjalin.

Tak ada maksud lain kecuali saling menyapa dan mempererat tali ukhuwah, akhirnya bertambah lagi satu orang saudara di muka bumi ini. Tentu saja senang. Karena mempererat tali persaudaraan antar manusia, terutama saudara seiman merupakan nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh syariat Islam.

Mudah-mudahan hari demi hari ke depan, semakin banyak mereka yang dulu pernah baik dengan kami yang telah lama tak terdengar kabarnya, satu demi satu menampakkan diri menghiasai indahnya jalinan persaudaraan dalam kehidupan di dunia ini. Apalagi sarana untuk mengarah ke sana sudah sangat komplit. Mulai dari social media (facebook, twitter, dsb) sampai tersedianya teknologi komunikasi yang semakin canggih. Asal anda mau, niat baik itu pun insya Allah tak kan sulit untuk terwujud. Juga jangan sampai salah niat. Supaya tidak mengarah hal yang negatif. Oh, Indahnya zaman ‘kolo semono’. 🙂

Iklan