Tag

, , , ,

Man Jadda Wajada ; Siapa Bekerja Keras Tentu Akan Berhasil

Kata-kata ‘Man Jadda Wajada’ akhir-akhir ini tiba-tiba akrab di telinga masyarakat Indonesia. Salah satu yang mempopulerkan kembali kata-kata ini adalah Ahmad Fuadi, seorang penulis novel berjudul ‘Negeri 5 Menara’. Kata yang mempunyai maka ’siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan berhasil’ ini semakin populer ketika difilm-kan dengan judul yang sama dan diputar di bioskop-bioskop ternama. Apalagi ketika dimuculkan tokoh-tokoh penting dari berbagai kalangan –terutama mereka yang pernah nyantri– dan telah ’mempraktekkan’ mantra Man Jadda Wajada ini di acara ’Kick Andy’ di MetroTV, semakin menambah booming masyarakat Indonesia melafalkan Man Jadda Wajada.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama mereka yang pernah mengaji, belajar, sekolah di pesantren atau belajar di sekolah diniyah di kampung-kampung, kata-kata Man Jadda Wajada bukanlah kata-kata asing dan baru ia dengar. Kata-kata ini sudah akrab dibaca dan wajib dihafal setiap kali pelajaran mahfudhat. Karenanya, bagi mereka, kata-kata ini bukan hal baru, bahkan sudah hafal lafadz dan maknanya nglothok di luar kepala.

Entah siapa yang menyusun kata-kata mutiara ini, saya sendiri belum mengenal namanya. Namun saya beruntung telah diajarkan oleh guru saya Al Maghfuri Lah, Kyai Yahya Arif, saat saya duduk di bangku Madrasah Qudsiyah Kudus, melalui karyanya ‘Tarjamah al Muntakhabat fi al Mahfudzat’. [Semoga Allah memberi pahala yang besar kepada penulis dan penerjemah kata-kata ini. Amin].

Jika kita mau merenungkan dengan pikiran dan hati yang jernih, di dalam kata-kata Man Jadda Wajada, tersimpan tenaga maha dahsyat. Terkandung makna yang sangat hebat. Tersirat sebuah motivasi yang luar biasa ; agar kita bekerja keras, bersungguh-sungguh, tidak boleh malas dan hanya berpangku tangan, menunggu keajaiban dewi fortuna datang. Karena sampai sekarang, belum ada rumus yang mengatakan bahwa orang yang sukses didapatkan dari sifat malas dan tidak mau bekerja keras. Boleh dibilang itu mustahil. Karena semua orang yang sukses, pasti dibangun dengan modal semangat dan kerja keras. Itupun tidak cukup. Masih harus dibarengi dengan doa dan kesabaran. Sebab terkadang, kesuksesan dan keberhasilan itu datangnya ada yang cepat, ada pula yang lambat. Ada yang didapat segera, ada pula yang harus menunggu waktu lama. Oleh karena itu butuh kesabaran. Begitu juga jika hanya bekerja keras tanpa disertai dengan doa, keberhasilan itu sifatnya semu tanpa makna. Karena di balik kesuksesan seseorang, di situ pasti ada peran Allah yang menyertainya.

Banyak contoh kita dapati di lingkungan sekitar kita. Orang-orang yang sejak kecil hidup dalam keadaan miskin, namun karena mereka mau bekerja keras, belajar tekun, berinteraksi dengan banyak orang, mencari peluang dan kesempatan, dan terus melakukan sesuatu untuk bangkit dari kemiskinannya, akhirnya ketika mereka dewasa, menjadi sukses dan berhasil. Bukan sekedar sukses dalam pengertian banyaknya materi namun sukses dalam arti dapat memberi manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Karena yang namanya orang sukses, pengertiannya sangat luas. Ada yang mengatakan bahwa orang sukses itu jika telah mendapati tiga TA ; HarTA, TahTA dan WaniTA. Namun menurut saya, kurang setuju dengan TA yang terakhir. Karena jika ukuran sukses itu diukur dengan mendapatkan banyak WaniTA, maka tidak semua orang ‘berani’ memperaktekan –dengan cara halal– hal itu. Oleh karena itu, menurut saya yang paling tepat, ukuran sukses dengan TA terakhir adalah KaTA. Artinya, orang yang sukses itu memiliki kata-kata yang bermakna. Mempunyai kata-kata yang menggugah orang, mengajak orang menuju kebaikan. Tutur katanya meneduhkan, enak didengar dan dapat menjadi teladan, tidak menyakiti apalagi memicu konflik dan permusuhan. Kata-kata itu bisa disampaikan melalui ucapan atau melalui tulisan. Setidaknya seperti itulah makna sebuah kesuksesan atau keberhasilan. Masih banyak ukuran kesuksesan dan keberhasilan jika mau mengungkap lebih luas lagi.

Sebaliknya, orang yang tidak mau bersungguh-sungguh, maka jangan harap kesuksesan mau menghampirinya. Oleh karena itu, dengan semangat yang digelorakan melalui film dan novel yang diusung oleh penulisnya yang berasal dari pesantren ini, mari kita warnai kehidupan ini dengan bersungguh-sungguh dalam segala hal. Tidak hanya sekedar dalam bekerja mencari nafkah, namun juga dalam belajar. Belajar segala ilmu. Belajar dari pengalaman kehidupan, di luar bangku sekolah/kuliah. Sebab yang namanya belajar, bukan hanya di dalam kelas namun di semua tempat yang kita singgahi, belajar setiap hal yang kita hadapi. Karena dari sanalah ilmu kehidupan akan kita dapati.

Yuk, mulai dari sekarang, mulai dari semangat yang kecil dan mulai dari semangat dalam diri kita sendiri, mari kita rubah kehidupan kita. Jangan menyerah dengan keadaan, karena nasib kita ada di tangan kita sendiri. Jika kita mau berubah, Allah akan merubahnya. Jika kita tinggal diam, Allah akan tetap membiarkan dalam keadaan yang demikian. Yakinlah, ‘Siapa Sungguh-Sungguh Tentu akan Berhasil’.

Iklan