Mengelola Kesabaran

Kita sadar bahwa tidak semua yang kita inginkan dan kita cita-citakan dapat kita raih. Tidak semua yang diinginkan, bisa terwujud, terlaksana dan sesuai kehendak. Memang sebagian di antaranya ada yang mendekati diraihnya keinginan, keberhasilan dan cita-cita itu, tapi masih banyak pula yang jauh dari apa yang kita harapkan. Jika kondisi demikian, maka sabarlah. Selama Anda harus menjalani kondisi yang ada saat itu, jalani dan nikmatilah dengan penuh ketabahan dan kesabaran.

Seperti contoh, seseorang yang tidak sabar, seringkali mengeluh karena penyakit alergi kulit yang sudah menahun tidak sembuh-sembuh, maka dengan tidak sabar, sering mengeluh dan bersedih karena tidak bisa menikmati setiap makanan dan harus pilih-pilih jenis menu makanan, maka kondisi seperti itu tidak kemudian serta merta bisa menyulap makanan di hadapan dia menjadi berselera sesuai pilihan dia, tentunya tidak.

Banyak hal sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Motor Anda sudah tua. Karburator sering bocor dan bensin masuk ke dalam busi. Akibatnya sering mogok di tengah jalan secara tiba-tiba. Ketika hujan turun, tidak berani berjalan karena khawatir busi kemasukan air. Akibatnya tidak bisa melanjutkan perjalanan dan harus menunggu hujan reda.

Atau mungkin Anda sedang melamar pekerjaan. Sudah puluhan lamaran dimasukkan ke berbagai perusahaan dan perkantoran. Tapi tak satupun diterima lamaran itu. Nah, tiba-tiba ada tawaran pekerjaan kepada Anda, tapi pekerjaan itu tidak sesuai dengan yang Anda harapkan.

Lantas bagaimana solusinya? Tetaplah bersabar. Jangan mengeluh. Apalagi menyalahkan keadaan yang dialami. Meratapi nasib yang sedang menimpa dirinya sendiri. Karena dengan menyalahkan diri sendiri dan meratapi nasib, maka tidak akan menjadi solusi.

Begitu juga jangan merasa bersedih berkepanjangan. Jangan pula mengambil jalan pintas atas sulitnya persoalan yang dihadapinya. Sikap seperti itu justru akan menjauhkan rizki yang sebetulnya sudah mulai mendekat, dan dapat menolak takdir rizki yang sebetulnya sudah digariskan untuknya.

Melalui kesabaran dan ketabahan yang kuat, maka Anda bisa membayangkan sesuatu yang Anda inginkan terjadi, itu bisa terjadi. Karena pada dasarnya di dalam kesabaran dan ketabahan terdapat kekuatan keinginan yang mampu merubah sesuatu bisa menjadi kenyataan. Atau paling tidak, melalui kesabaran itu, terdapat suatu keberanian untuk mampu menyesuaikan diri dengan kenyataan yang ada, apapun bentuknya ; pahit, sedih, sakit, sulit atau kondisi tidak menyenangkan lainnya.

Salah satu kunci keberhasilan masyarakat kita dalam melalui masa-masa krisis ekonomi adalah dengan benteng kesabaran. Memang banyak masyarakat yang merasakan dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan ini, hingga kehidupan ekonomi mereka masih terasa sulit. Namun tak sedikit pula yang mampu menghadapinya dengan kesabaran dan keberaniannya menyesuaikan keadaan, dengan cara merubah gaya hidup dan menyesuaikan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka yang sabar, tidak mau belanja sesuatu yang tidak benar-benar mereka butuhkan. Seperti pepatah Arab As Shabru Syaja’atun, ’Sabar itu Berani’. Berani dalam menyesuaikan keadaan.

Sudah menjadi keharusan bahwa kesabaran sangat penting dimiliki oleh orang-orang yang sedang dalam keadaan kurang menyenangkan. Allah pun akan mencitai hamba-Nya yang demikian itu. Tapi ada yang lebih hebat daripada itu. Yaitu ketika ada orang yang serba dalam keadaan menyenangkan, tapi ia tetap mampu bersabar untuk menahan seluruh hawa nafsunya sehingga ia ’men-tasharruf-kan’ seluruh keadaan yang menyenangkan itu untuk kebaikan. Karena inti kesabaran adalah keberanian menghadapi keadaan dengan menyesuaikannya untuk kebaikan. naflah

Iklan