Ironi Sertifikasi Guru
Rasa ihlas guru dalam menularkan ilmu kepada murid, kini semakin diuji. Apakah ketika mereka melangkahkan kaki menuju lembaga pendidikan ada tendensi duniawi seperti biar lulus sertifikasi atau benar-benar demi panggilan hati dan kewajiban agama, hanya dirinya sendiri dan Allah yang mengerti. Setidaknya, banyak pelajaran yang bisa kita petik dari para guru pendahulu kita yang tidak bisa kita gambarkan bagaimana perjuangan dan keihlasan hati mereka ketika mereka mengajar. Tanpa ada tendensi duniawi, seperti sertifikasi atau perhatian pemerintah, mereka terus berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa. Perjuangan guru-guru sepuh, guru-guru di pinggiran, guru-guru di pedalaman, guru-guru di pegunungan, guru-guru di pula terpencil masih belum terkontaminasi dengan tendensi duniawi. Setidaknya, dari keihlasan hati itu lahir generasi bersih dan terpilih. Bersih pikiran dan prilaku. Bersih tindakan dan perbuatan. Mudah-mudahan saat ini masih ada guru yang menjunjung tinggi etika dan prilaku yang baik. Sehingga daapat melahirkan anak didik yang bermoral bukan anak didik yang koruptif yang akan menghancurkan sendi-sendir kehitupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.